You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Karangtengah Prandon
Desa Karangtengah Prandon

Kec. Ngawi, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

“Terwujudnya Pemerintahan yang Jujur dan Adil serta Bertanggungjawab dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”

Bupati Ngawi Mantu, 134 Pasang Pengantin Berbondong-bondong Penuhi Pendopo Kabupaten Ngawi

ZELLYN DINDA RAHINI 28 November 2022 Dibaca 1.092 Kali
Bupati Ngawi Mantu, 134 Pasang Pengantin Berbondong-bondong Penuhi Pendopo Kabupaten Ngawi

karangtengahprandon.desa.id - Minggu (27-11-2022) bertempat di Pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi, 135 pasang pengantin berbondong-bondong mengikuti acara resepsi akbar dalam rangka acara yang bertajuk "Mas Bupati Ngawi Mantu". Ini adalah salah satu rangkaian acara setelah sebelumnya para pengantin melakukan ijab qobul beberapa pekan yang lalu. Acara yang dipersiapkan mulai pukul 4 pagi hari ini disambut dengan semangat oleh para pengantin dengan dibuktikan kehadiran dari pengantin dengan usia beragam yang mewakili desa masing-masing. Acara “Mas Bupati Ngawi Mantu” mengusung adat jawa dalam berpakaian ataupun dalam upacara adat prosesi pernikahan.

Upacara adat diawali dengan prosesi Panggih Temanten yang mana pengantin didampingi oleh  Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, dan Wakil Bupati, Dwi Rianto Jatmiko. Prosesi Panggih Temanten diiringi dengan tembang jawa yaitu “Kebo Giro”. Tembang “Kebo Giro” sendiri memiliki makna filosofis yaitu nasihat untuk menjalankan hidup secara selaras menuju kebahagian dunia akhirat yang memberikan gambaran bahwa diharapakan para pengantin dapat menjalankan kehidupan yang bahagia bersama pasangannyapasangannya. Oleh karena itu tembang ini tak asing lagi kita dengar saat prosesi Panggih Temanten.

Dalam prosesi menuju tempat pelaminan diwakilkan oleh dua pasang pengantin yang mewakili dari pengantin termuda dan pengantin tertua. Pengantin termuda berasal dari Kecamatan Paron yaitu Bagus Susilo bersama istrinya Nanik Hariyanti. Sedangkan pengantin tertua yang berasal dari Kecamatan Bringin yaitu Lamidi dan Marti. 

Bagian dari upacara Panggih Temanten, ritual Gendong Manten atau sering kita sebut “Sikepan Sindur”adalah prosesi gendong pengantin dengan menggunakan kain sindur. Prosesi Sikepan Sindur dilakukan oleh Bupati Ngawi dan Wakil Bupati Ngawi yang menggendong masing-masing pengantin dengan  Ibu Bupati dan Wakil Bupati menuntun dari belakang.

Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan sakral. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi dulangan dan unjukan. Setelah berbagai rangkaian upacara adat, acara ini diakhiri dengan penyerahan buku nikah secara simbolik dan foto bersama.

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.216.634.397,40 Rp 2.217.894.500,00
99.94%
Belanja
Rp 2.160.032.250,00 Rp 2.211.015.068,00
97.69%
Pembiayaan
Rp 11.750.000,00 Rp 6.879.431,92
170.8%

APBDes 2025 Pendapatan

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 232.800.000,00 Rp 232.800.000,00
100%
Dana Desa
Rp 1.068.013.000,00 Rp 1.068.013.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 107.822.500,00 Rp 107.822.500,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 804.699.645,00 Rp 809.259.000,00
99.44%
Bunga Bank
Rp 3.299.252,40 Rp 0,00
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 1.098.546.690,00 Rp 1.125.154.893,00
97.64%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 706.330.000,00 Rp 722.560.000,00
97.75%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 63.535.000,00 Rp 63.565.000,00
99.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 220.150.000,00 Rp 220.150.000,00
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 71.470.560,00 Rp 79.585.175,00
89.8%